27 Jul 2021, 19:05 WIB

RUPST MNC Vision Networks Setuju Angkat Direksi Baru, Cek Daftarnya

 

Winda Destiana
Selasa, 27 Juli 2021 09:21 WIB

RUPST IPTV mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,69 triliun, mewakili peningkatan sebesar 5% YoY dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,53 triliun.

IDXChannel - PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020. Adapun dalam rapat pemegang saham tersebut juga telah menyetujui pengangkatan direksi baru.

RUPST itu dipimpin oleh Komisaris Utama MNC Vision Networks Syafril Nasution yang kemudian didampingi Direktur Utama MNC Vision Networks Ade Tjendra serta Direktur Keuangan MNC Vision Networks Herman Kusno.

Pada rapat tersebut Perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,69 triliun, mewakili peningkatan sebesar 5% YoY dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,53 triliun.

Pendapatan layanan satelit masih menjadi kontributor utama dari pendapatan Perseroan dengan memperoleh sebesar Rp2,5 triliun, sedangkan pendapatan layanan digital, broadband, dan IPTV mengalami pertumbuhan yang pesat sebesar 21% YoY menjadi Rp1,1 triliun pada FY-2020 dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih Perseroan untuk FY-2020 juga mengalami pertumbuhan sebesar 14% YoY menjadi Rp275 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, sebelum penyesuaian forex. IPTV diketahui telah membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1.032 miliar pada Q1-2021, meningkat sebesar 23% YoY dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp842 miliar.

Pendapatan dari layanan satelit yang meliputi dua unit DTH Perseroan yaitu MNC Vision (pasca bayar) dan K-Vision (prabayar), mengalami peningkatan sebesar 3% YoY di Q1-2021 menjadi Rp668,9 miliar dibandingkan Rp651,5 miliar miliar pada Q1-2020.

Pendapatan yang berasal dari segmen layanan digital, IPTV, dan broadband Perseroan mengalami pertumbuhan signifikan menjadi Rp327,2 miliar pada Q1-2021 dibandingkan perolehan sebelumnya yaitu Rp160,2 miliar, mewakili pertumbuhan sebesar 104% YoY.

EBITDA pada Q1-2021 mengalami peningkatan sebesar 13% YoY menjadi Rp404,6 miliar dari Rp357,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun margin EBITDA mencatatkan sedikit penurunan yaitu dari 42% menjadi 39% pada Q1-21.

Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan yaitu sebesar 148% YoY pada Q1-2021. Laba bersih Perseroan dicatatkan sebesar Rp101,3 miliar dibandingkan Rp40,8 miliar pada tahun sebelumnya. Margin laba bersih juga mengalami peningkatan menjadi 10% dibandingkan pada periode tahun sebelumnya yang sama yaitu sebesar 5%.

Selain itu, layanan DTH, broadband, dan IPTV Perseroan telah mengalami peningkatan yang sangat pesat dengan mencapai 9,8 juta subscriber pada 1H-2021. Pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan perilaku masyarakat yang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah, sehingga secara langsung mendorong permintaan atas konten berkualitas tinggi dan terjangkau. Hal tersebut tercermin dari kinerja K-Vision (DTH prabayar), MNC Play (broadband dan IPTV) dan layanan Vision+ (Layanan Video OTT).

K-Vision telah menjadi superstar di masa pandemi ini dengan memperoleh 2,34 juta pelanggan baru dengan total penjualan voucher isi ulang sebesar Rp116,5 miliar hanya pada 1H-2021. Tak kalah penting, performa segmen layanan OTT Perseroan juga mengalami pertumbuhan yang baik. Pengguna berbayar Vision+ telah mencapai lebih dari 2 juta pelanggan dengan total Monthly Active Users (MAU) sebesar 50,3 juta pada akhir 1H-2021.

“Hasil konsolidasi keuangan IPTV untuk FY-2020 telah menunjukkan pertumbuhan yang positif dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2020, Perseroan terus memperkuat fondasi bisnisnya di berbagai unit bisnis yang juga tercermin dari kinerja keuangan di tahun 2021. Perseroan terus berusaha untuk berinovasi, menumbuhkan dan mengembangkan layanan DTH melalui berbagai inisiatif yang dilakukan melalui K-Vision dan layanan digital, broadband dan IPTV melalui MNC Play dan Vision+," ujar Ade Tjendra selaku Presiden Direktur MNC Vision Network.

Dijelaskan lebih lanjut olehnya, belum lama ini Vision+ telah menjalin kemitraan dengan Migo, perusahaan teknologi multinasional yang beroperasi di Indonesia, mempelopori platform distribusi digital yang memungkinkan Vision+ untuk lebih memperkuat jaringan pendistribusian pustaka konten terbaiknya sehingga dapat diakses oleh pengguna baru melalui proposisi Online-to-Offline.

Konten yang tersedia di platform Migo tersedia melalui Download-to-Go yang semakin memperdalam ketersediaan dan distribusi konten di pasar lokal. Dengan model bisnis dan teknologi unik Migo, kami menyakini bahwa ini akan sangat mempercepat pertumbuhan pengguna Vision+.

Migo dirancang untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan untuk cakupan pasar yang luas, dan menghadirkan layanan video-on-demand offline seutuhnya melalui jaringan toko mitra, atau 'Warung Migo'. Di Warung Migo mana pun, pengguna dapat mengakses jaringan yang dipatenkan Migo untuk mengunduh konten tanpa batas lebih cepat dari sebelumnya, serta mengunduh fitur film hanya membutuhkan waktu 60 detik.

Selain itu, pengguna juga dapat menonton sepuasnya tanpa biaya data, tanpa iklan, dan tanpa buffering, dengan biaya hanya Rp 1.000 per hari. Hal ini membuat Migo 5-7x lebih murah daripada biaya keseluruhan dari OTT berlangganan lainnya, dengan waktu unduh 30x lebih cepat daripada jaringan telekomunikasi tradisional. Migo menargetkan akan membawa 20 juta pengguna berlangganan bulanan bagi Vision+ dalam lima tahun ke depan melalui stasiun unduhannya.

 

"Kami berharap pertumbuhan ini akan terus mengalami peningkatan melalui kemitraan strategis dengan Migo. Kami optimis, Perseroan akan mampu memperkuat pertumbuhan Perseroan di tahun ini," tutup Ade Tjendra.

Perseroan melalui anak perusahaannya yaitu PT Asia Vision Network (“AVN”) telah menyerahkan draft laporan registrasi konfidensial pada Formulir F-4 ke U.S. Securities and Exchange Commission, hal ini berkaitan dengan kombinasi bisnisnya dengan Malacca Straits Acquisition Company (NASDAQ: MLAC)("MLAC"). AVN merupakan perusahaan induk dari Vision+ dan MNC Play. Merger bisnis tersebut diharapkan akan rampung pada Q3-2021.

 Dalam RUPST tersebut juga mengangkat Bapak Henry Wijadi sebagai Direktur Perseroan yang bertugas untuk memimpin penjualan Perseroan baik iklan, korporat dan kemitraan. Selanjutnya susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

 

Dewan Komisaris:

Presiden Komisaris: Syafril Nasution

Komisaris: Indra Pudjiastuti

Kommisaris Independen: Agus Mulyanto

 

Dewan Direksi

Presiden Direktur: Ade Tjendra

Direktur: Herman Kusno

Direktur: Hari Susanto

Direktur: Tito Abdullah

Direktur: Ibu Vera Tanamihardja

Direktur: Adita Widyansari

Direktur: Endang Mayawati

Direktur: Henry Wijadi

Sumber://www.idxchannel.com

RECENTS
ARCHIVE